Playboy …
Wow … kayaknya kata tsb selalu menimbulkan gejolak birahi kaum lelaki, terutama kalo didepan kata tsb ditambah kata ‘majalah’. Di internet pun kalo kita searching kata tsb akan muncul ratusan atau malah ribuan link yang menuju site playboy atau site esek-esek lainnya baik yang gratis maupun yang bayar. Majalah playboy ini begitu mendunia, setiap laki-laki dewasa pasti tau apa itu majalah playboy walaupun mungkin banyak juga yang belum pernah ‘pegang/beli/lihat’ dengan kata lain baru tau dari omongan orang atau artikel di media, khususnya di Indonesia.
Sekarang majalah playboy mau masuk Indonesia dengan nama Playboy Indonesia, setelah sukses ‘buka cabang’ di hampir semua negara di dunia. Sambutan pun langsung berdatangan, ada yang menyambut gembira serta ada yang menolak kedatangannya. Apalagi ditambah sedang hangatnya pembahasan RUU Pornografi dan pornoaksi oleh DPR.
Bagaimana sikap masyarakat kita ? wuih bingung deh gw liatnya …
Kalo yang setuju, bilangnya dengan catatan pendistribusiannya terbatas jangan dipajang di kios2 majalah di pinggir jalan. Kalo perlu yang beli harus nunjukin ktp yang menandakan umur sudah mencukupi / dianggap dewasa.
Kalo yang ngak setuju, bilangnya tidak sesuai dengan norma agama dan adat budaya kita. Akan merusak moral generasi muda kita. Kasus perkosaan dan seks bebas akan meningkat.
Pendapat gw :
Gw setuju aja kalo cara pendistribusian dan penjualannya untuk kalangan terbatas. Tapi apakah hal sudah aman ? belum tentu. Kalo misalnya yang beli adalah orang yg tidak bisa menahan nafsu birahinya sedangkan untuk melampiaskannya tidak ada, maka kasus perkosaan pun akan terjadi. Seks bebas ? kita tidak pernah tahu secara pasti.
Gw juga setuju dengan pendapat yang kedua. Tapi, kasus rusaknya moralitas (sebagian) generasi muda serta perkosaan dan seks bebas pun sudah marak sekarang ini.
Jadi, apa yang harus kita lakukan ?
:: indrag ::

